KabarPewarta.com, Medan. Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, kini menjadi salah satu pusat energi hijau Indonesia. Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Merapi, listrik yang berasal dari panas bumi kini mengalir ke berbagai wilayah di Sumatera Utara.
Energi panas dari perut bumi di kawasan Sorik Merapi diubah menjadi uap bertekanan tinggi, yang kemudian memutar turbin pembangkit listrik. Dari sinilah aliran energi bersih dimulai. Energi panas bumi dari Sorik Merapi disalurkan ke jaringan listrik nasional melalui tahapan Produksi Energi Panas Bumi yaitu Fluida panas (uap dan air panas) diambil dari reservoir bawah tanah. Kemudian Uap panas tersebut memutar turbin untuk menghasilkan listrik. Listrik yang dihasilkan dialirkan ke Gardu Induk Panyabungan (atau sistem lokal PLN di Mandailing Natal). Penyaluran tegangan listrik melalui trafo utama menjadi sekitar 150 kV untuk transmisi jarak jauh.

PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) sebagai pengembang PLTP mempunyai kapasitas total sebesar 240 MW dan salah satu proyek strategis nasional. PT. Sorik Marapi Geothermal Power (PT. SMGP) selaku pengembang telah berhasil menghubungkan Unit I hingga 45 MW dan menargetkan di tahun 2020 menghubungkan Unit II PLTP Sorik Marapi sebesar 45 MW pada jaringan 150 kV PT. PLN. Selain itu, PT. SGMP juga terus mengembangkan proyek melalui kegiatan pengeboran untuk memperoleh hasil maksimal sesuai potensi sumber daya yang ada.
Tak berhenti di situ, pasokan listrik dari Sorik Merapi juga memperkuat sistem interkoneksi Sumatera Bagian Utara, yang menghubungkan pasokan listrik hingga ke Medan dan Riau. Distribusi aliran listrik dari geothermal ini meliputi daerah Mandailing Natal. Padangsidimpuan, Sibolga, Sebagian wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Listrik dari Sorik Merapi juga masuk ke Sistem Interkoneksi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Sistem ini terhubung hingga ke Medan, Riau, dan Aceh — membantu menstabilkan pasokan listrik di seluruh Sumatera bagian utara.

Kehadiran PLTP Sorik Merapi bukan sekadar menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga menjadi langkah nyata menuju energi bersih dan berkelanjutan. Tanpa asap hitam, tanpa emisi tinggi—panas bumi menjadi sumber daya alam yang terus diperbarui oleh bumi sendiri. Dengan kapasitas yang direncanakan mencapai 240 megawatt, Sorik Merapi kini menjadi salah satu tulang punggung transisi energi hijau di Indonesia, menghadirkan cahaya bagi ribuan rumah di Sumatera Utara — langsung dari kekuatan bumi