KabarPewarta.com, Medan. Sejak Rabu malam (26 Nov 2025) hingga Kamis pagi (27 Nov 2025), hujan deras mengguyur Medan secara terus-menerus. Intensitas hujan semakin meningkat, menyebabkan debit air sungai meluap. Dua sungai utama di Medan, yakni Sungai Deli dan Sungai Babura, dilaporkan meluap, memperparah banjir di berbagai wilayah.

Banjir melanda setidaknya 19 kecamatan di Kota Medan, membuat sebagian besar kota lumpuh. Bahkan rumah dinas pejabat pun ikut terdampak. Beberapa kawasan yang terdampak parah antara lain Gang Pelita 2, Jalan Brigjen Katamso, air dilaporkan sampai atap rumah, Area di sekitar Universitas Sumatera Utara (USU), tepatnya Jalan Dr. Mansyur, genangan air membuat kendaraan mogok dan arus lalu lintas lumpuh. Kawasan Medan Marelan (Lingkungan 31) banjir setinggi betis orang dewasa. Warga mengaku baru pertama kali mengalami kebanjiran di lingkungan mereka. Jalan-jalan seperti Jalan Sei Kapuas (Medan Sunggal) dan Jalan Kapuas (Medan Baru) juga terendam hingga setinggi pinggang hingga 1,5 meter.
Banyak ruas jalan utama lumpuh total, angkutan umum berhenti, kendaraan mogok yang menyebabkan situasi lalu lintas dan mobilitas warga sangat terganggu. Ribuan rumah terendam, banyak warga terpaksa dievakuasi. Warga terpaksa naik ke lantai dua rumah mereka karena air cepat naik. Banyak kendaraan terutama sepeda motor mogok saat melintasi jalan tergenang, menambah kekacauan. Aktivitas sekolah sekitar 70% sekolah di Medan terdampak, sehingga sejumlah siswa diliburkan.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan (BPBD Medan) sudah bergerak melakukan evakuasi warga dari lokasi terdampak. Bantuan logistik pun mulai mengalir — misalnya dari pemerintah dan komunitas masyarakat yang menyalurkan paket nasi bungkus untuk korban banjir.
Sebelumnya, BMKG Wilayah I sudah memperingatkan potensi cuaca ekstrem, hujan lebat, serta risiko banjir dan longsor di Sumatera Utara termasuk Medan hingga 27 November 2025. Mengingat kondisi ini, warga dihimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, serta menghindari lokasi rawan genangan air dan sungai meluap.Kabar Pewarta/Cmth
