Logo
Peran Ekosistem Mangrove wilayah Batubara dalam Mendukung Biodiversitas Migrasi

KabarPewarta.com, Medan. 28 April, 2026. Di kawasan Pantai Sejarah, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, yang berada pada jalur East Asian–Australasian Flyway, terdapat beragam jenis burung migrasi yang secara rutin singgah, terutama dari kelompok burung pantai (shorebirds) dan burung air. Jenis-jenis ini datang dari wilayah utara seperti Siberia, Mongolia, dan Asia Timur untuk mencari makan dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke selatan.

Beberapa jenis burung migrasi yang umum dijumpai di kawasan ini antara lain:

  • Trinil kaki hijau (Tringa nebularia)
    Burung ini mudah dikenali dari kaki panjang berwarna kehijauan dan kebiasaannya mencari makan di perairan dangkal. Mereka sering terlihat berjalan perlahan sambil menusukkan paruh ke lumpur.
  • Trinil pantai (Actitis hypoleucos)
    Ukurannya lebih kecil, sering terlihat sendiri atau berpasangan di tepi air. Ciri khasnya adalah gerakan ekor yang naik turun saat berjalan.
  • Gajahan timur (Numenius madagascariensis)
    Salah satu burung migrasi berukuran besar dengan paruh panjang melengkung ke bawah, digunakan untuk menjangkau mangsa di dalam lumpur. Spesies ini tergolong rentan (vulnerable) secara global.
  • Cerek pasir besar (Charadrius leschenaultii)
    Burung kecil dengan pola warna kontras, sering terlihat berlari cepat di permukaan lumpur untuk menangkap mangsa kecil.
  • Kedidi (sandpipers, genus Calidris)
    Termasuk beberapa spesies seperti kedidi jari panjang dan kedidi leher merah. Mereka biasanya bergerombol dalam jumlah besar dan aktif mencari makan saat air surut.
  • Camar laut (kelompok Laridae)
    Beberapa spesies camar migran juga melintas atau singgah di kawasan ini, memanfaatkan perairan dangkal untuk berburu ikan kecil.

Selain burung migrasi murni, kawasan ini juga sering dihuni oleh burung air lokal maupun migran parsial seperti:

  • Kuntul kecil (Egretta garzetta)
  • Kuntul besar (Ardea alba)
  • Bangau (herons)
Biodiversity pantai sejarah di wilayah hutan manggrove batubara

Walaupun sebagian merupakan spesies penetap, kehadiran mereka memperlihatkan interaksi langsung dengan burung migran dalam memanfaatkan sumber daya yang sama.

Kehadiran berbagai jenis burung ini sangat bergantung pada kondisi ekosistem mangrove dan pesisir berlumpur. Area tersebut kaya akan sumber pakan seperti cacing laut, moluska, udang kecil, dan ikan-ikan muda. Saat air laut surut, burung-burung ini memanfaatkan kesempatan untuk mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan ribuan kilometer.

Dengan demikian, Pantai Sejarah Batubara bukan hanya menjadi tempat singgah sementara, tetapi juga bagian penting dari jaringan habitat internasional yang mendukung kelangsungan hidup burung migrasi. Keanekaragaman jenis yang hadir mencerminkan tingginya nilai ekologis kawasan ini sekaligus menegaskan pentingnya upaya pelestarian ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Kabar Pewarta/CMTH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *